Baca Berita



TMMD ke- 111, TNI dan Dinas Pertanian Biak Numfor Beri Penyuluhan kepada Petani

TMMD ke- 111, TNI dan Dinas Pertanian Biak Numfor Beri Penyuluhan kepada Petani



Penulis : Makawaru da Cunha (p | Tanggal Publish : 31 Agustus 2021

PAPUAInside.com, BIAK—Dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1708/ Biak Numfor, didukung Dinas Pertanian Biak Numfor, menggelar penyuluhan pertanian di Desa Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (25/06/2021).

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Biak Numfor Mathius mengatakan melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, supaya semakin baik kedepannya.

Dikatakan penyuluhan ini merupakan salah-satu upaya, untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan, supaya dapat diterapkan di kehidupan mereka sehari-hari.

“Selain itu, hal ini juga untuk memecahkan masalahnya sendiri dalam meniti usaha guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di Desa Sorido,” jelas Mathius.

“Dalam giat penyuluhan ini kami menyampaikan materi tentang ketahanan pangan yang mencakup pertanian dan organisasi kelompok tani di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wadan Satgas TMMD ke-111 Kodim 1708/Biak Numfor Mayor Inf Agus Henang Widagdo menuturkan, dengan adanya sosialisasi tentang ketahanan pangan ini diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat setempat agar kedepannya lebih baik dan maju dalam segala bidang.

“Masyarakat diarahkan bagaimana cara memperoleh pupuk yang baik antara pakai pupuk kompos atau pupuk kimia,” kata Wadansatgas.

“Dengan bekal tersebut masyarakat dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian maupun perkebunan yang selama ini belum maksimal” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Sorido mengatakan, masyarakat selama ini membutuhkan informasi dan pengetahuan, yang selama ini belum didapatkan langsung dari Dinas Pertanian.

Menurut dia, saat ini masyarakat desa masih memakai cara bertani zaman dulu dengan mengandalkan alam, sehingga sulit bersaing dengan petani lainnya.

“Saat ini 85 kepala keluarga dominan berprofesi sebagai petani. Ini penyuluhan pertanian pilihan tepat bagi warga kami yang masih minim pengetahuan, untuk menjadi petani profesional,” katanya.

“Sosialisasi pertanian ini juga bertujuan untuk menjalin serta, mempererat hubungan silaturahmi bersama masyarakat dan instansi terkait,” pungkasnya. **